3 Faktor Penting Self Upgrade Untuk Meningkatkan Level Hidup

Sebelum lebih jauh bercerita tentang faktor penting self upgrade untuk meningkatkan level hidup, simak dulu beberapa tingkatan taraf hidup manusia di Indonesia berikut ini. Taraf hidup manusia terbagi dalam beberapa kelas / kasta. Di Indonesia sendiri terdapat 4 klasifikasi terbaru mengenai kondisi tingkat ekonomi masyarakat. Mulai dari Lower Class ( Kelas bawah ), Middle Class ( Kelas Menengah ) Lower Middle Class ( kelas bawah menuju menengah ) dan juga Upper Class ( kelas atas ). Tentunya sebagai manusia kita ingin selalu berkecukupan baik secara materi ataupun imateri. Di cerita saya kali ini akan membahas seputar upgrade self / self improvement yang sesuai dengan pengalaman dan realita hidup saat ini. Kenapa Self Upgrade Diperlukan? Seperti yang saya tulis diatas, bahwa setiap orang mempunyai naluri alamiah secara menusiawi untuk menjalani kehidupan dengan enak dan bahagia. Adapun realita yang terjadi saat ini adalah ukuran kebahagian hidup itu banyak dilandasi dengan kecukupan materi yang melimpah. Dengan kata lain semakin banyak materi / uang, maka akan semakin Bahagia menjalani hidup. Maka dari itu, jika materi sebagai landasan kesuksesan / kebahagiaan hidup seseorang, Maka diperlukan cara untuk meraih kesuksesan / kebahagiaan hidup tersebut. Tentunya kemampuan meraih keberhasilan tersebut harus dimiliki bagi setiap individu. Salah satu nya adalah dengan cara mengolah berbagai kemampuan yang dimiliki dalam diri. Faktor Apa Saja Sih yang Membantu Self Upgrade Tersebut, Yuk Simak Dibawah ini ! 1. Attitude Kenapa saya menempatkan attitude di point penting pertama, karena orang yang mempunyai attitude / etika atau lebih enaknya lagi adab akan lebih mulia ( dihargai ) dari pada orang yang berilmu. Dalam hal ini saya menempatkan kata attitude lebih ke sikap adab kita yang harus dijaga & dikedepankan. Hal tersebut secara tidak langsung akan membantu kita meningkatkan level harga diri kita. Belakangan di era modern saat ini, semakin banyak orang – orang pintar yang memprtontonkan kebodohannya. Entah itu, artis, public figure, pejabat, tokoh negara dan masih banyak lainnya. 2. Skills Point kedua self upgrade adalah skills / keahlian kita. Di dunia digital mungkin kita bisa melihat cerita tentang para pekerja perusahaan raksasa google yang mempekerjakan karyawan nya yang tidak pernah sekolah tinggi / kuliah. Akan tetapi orang tersebut mempunyai keahlian dalam bidang cyber security yang sangat signifikan. Padahal keahlian tersebut ia peroleh dengan belajar secara otodidak. Jika saya ibaratkan, skills / keahlian adalah pisau tajam di dapur yang bisa mengiris semua jenis bahan makanan yang akan dimasak. Jikalau bahan makanan tersebut tidak dibersihkan atau dikupas atau diiris menggunakan pisau yang tajam, maka masakan nya pun akan terasa berbeda rasanya. Dengan kata lain, ditempatkan dibagian dapur makanan manapun Ketika membawa pisau yang tajam maka kita tidak akan kesulitan mengolah bahan makanannya. Setinggi dan sepanjang apapun gelar akademisi yang didapat jika kita tidak punya keahlian yang signifikan dalam suatu bidang, kemungkinan besar akan sulit bersaing di dunia kerja. BACA JUGA : Fenomena Supporter Sepak Bola 3. Pergaulan Dalam hal ini saya lebih menonjolkan kemampuan kita dalam bergaul. Perbanyak relasi dimanapun kita berada tanpa memandang siapa yang kita kenal ataupun pekerjaan apa yang dia lakukan. Semakin banyak teman / relasi, maka akan semakin mudah kita mencari bantuan Ketika ada permasalahan / kebutuhan. Jika ada statement yang menyatakan jika kita bergaul dengan 10 orang pengusaha sukses, maka pengusaha sukses yang ke 11 adalah kita. Mungkin hal itu bisa terjadi pada beberapa orang, akan tetapi belum tentu pada kita sendiri. Kunci utama nya ada di kemampuan kita beradaptasi dalam lingkungan itu. Kita bisa menjadi apapun tergantung kondisinya dengan modal komunikasi yang baik dengan mengedapankan modal attitude dan skills yang kita miliki. Jika secara sosial kita dipandang lebih terhormat, tentunya ini merupakan salah satu point penting dalam meningkatkan kapasitas level hidup di masyarakat. Itulah beberapa point penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri sesuai dengan yang saya alami. Mungkin di luar sana lebih banyak lagi point penting lainnya baik yang dikemas secara individual seperti saya, ataupun yang dikemas secara tematik / akademik. Korelasi Self Upgrade dengan Level Hidup Manusia Tujuan meningkatkan taraf hidup tentunya tidak terlepas dari rasa nyaman dan kebahagiaan secara materi. 3 faktor diatas adalah pondasi penting dalam proses peningkatan kapasitas diri. Semakin beradab kita dihormati, semakin ahli kemampuan kita dihargai, semakin mudah bergaul maka akan semakin sempit dunia. Semoga cerita saya ini bisa menambah wawasan / cara berpikir positif anda. Disclaimer Perlu diingat bahwa saya menulis cerita ini hanya berdasarkan pengalaman dan cerita pribadi. Seperti biasa setiap artikel cerita saya jarang menggunakan referensi ahli baik dari dalam maupun luar negeri. Akan tetapi saya menganalogikan setiap referensi perumpaan cerita menggunakan sosok orang yang berada di lingkungan kehidupan saya. ( @rambu_semesta )
Pendakian Masal Gunung Gede Via Putri

Pendakian Gunung Gede ini merupakan pengalaman dulu sekitar 15 tahun yang lalu Ketika saya aktif di Mapala kampus jaman kuliah. Dan baru sekarang saya tulis di blog pribadi ini. Gunung Gede Ada Dimana Dikutip dari laman wikipedia.org bahwa Gunung Gede merupakan sebuah gunung berapi aktif yang berada di Pulau Jawa. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango. Gunung ini berada di dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 – 2.958 m. dpl. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Acara Pendakian Masal Berawal dari program Kerjasama Mapala kami dengan pihak radio swasta. Yang sepakat mengadakan acara pendakian masal dalam memperingati hari sumpah pemuda waktu itu. Dan antusiasme peserta ternyata sangat tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang mencapai hampir 100 orang. Yang hampir 70 % didominasi oleh anak – anak sekolah SMA. Acara pendakian masal Gunung Gede ini berlangsung selama 2 hari 1 malam. Dengan formasi waktu acara weekend ( Sabtu – Minggu ). Ketika pelaksanaan dimulai, saya sudah standby di meeting point satu jam sebelum keberangkatan. Karena lokasi meeting point yang tidak terlalu jauh dari rumah saya.Sesuai rencana yang dijadwalkan bahwa kegiatan pemberangkatan dari meeting point ke pos Gunung Putri Cipanas pada pukul 7 pagi. Dan semua peserta sudah berkumpul dengan perlengkapan dan perbekalan nya masing-masing. Sebelum keberangkatan peserta diberikan dulu perbekalan informasi & ketentuan yang boleh dan tidak boleh dilakukan Ketika kegiatan berlangsung. Terutama terkait kebersihan dan kelestarian alam yang sangat kami prioritaskan. Kami pun berangkat menggunakan 2 unit truk militer yang lumayan besar dan mampu menampung sekitar 50 -60 orang per truk. Start Dari Basecamp Putri Menempuh perjalanan kurang lebih satu jam menuju basecamp Gunung Gede via Putri, kami pun sampai di lokasi sekitar pukul 8 pagi. Setelah melakukan persiapan dan proses simaksi Gunung Gede di Basecamp Putri, kami memulai pendakian dengan melewati jalur pendakian Gunung Gede perkebunan sayur milik warga sekitar Gunung Putri. Oiya, kami seluruh panitia berjumlah sekitar 15 orang. Dimana setiap regu yang berisi 10 orang peserta di damping satu crew / porter. Kemudian ada satu leader di depan sebagai navigator dan satu orang mobile medic control, serta satu lagi sweeper di belakang. Kala itu saya bertugas sebagai mobile control yang memang harus siap estafet dari satu regu ke regu lain untuk mengontrol kondisi Kesehatan peserta. Walaupun basic ilmu Kesehatan saya tidak punya, akan tetapi untuk pengetahuan kedaruratan di alam bebas saya cukup memahami betul. Karena salah satu materi yang diajarkan di organisasi Mapala adalah materi tersebut. Pendakian Gunung Gede yang Mengasyikan Estimasi gunung gede via putri ini diperkiran sekitar 5 – 6 jam. Karena jumah peserta yang cukup banyak sangat berpengaruh pada proses pendakian. Acara pendakian masal ini dilakukan dalam memperingati hari sumpah pemuda. Start dimulai pada pukul 08.30 pagi dan estimasi tiba di alun – alun Surken paling telat pukul 15.00 sore. Alhamdulillah selama pendakian kondisi cuaca sangat cerah dan peserta pun terkondisikan dengan baik. Walaupun ada beberapa yang mengalami luka – luka lecet kaki karena salah menggunakan alas kaki. Namun perjalanan pendakian ini terlihat sangat berkesan bagi para peserta yang kebanyakan baru pertama kali mendaki gunung. Dan juga waktu yang sesuai dengan estimasi, kami tiba di puncak sekitar pukul 14. 20. Kegiatan di Alun – alun Surya Kencana yang seru & Heboh Setelah berada di alun – alun Surya Kencana, para peserta mendirikan tenda yang telah disediakan oleh panitia. Dalam satu tenda berisi 5 orang, jadi total tend grup kami saat in berjumlah 24 tenda dan terlihat sangat meriah. Karena jumlah pendaki lain tidak terlalu banyak saat itu, tidak seperti sekarang. Setelah semua terkondisikan, kami pun beristirahat hingga menunggu waktu malam tiba. Api Ungun dan Moment Yang Indah Sesuai jadwal acara yang disusun bahwa pada malam hari nya kita akan melakukan semacam malam kebersamaan yang bertema sumpah pemuda. Dalam acara itu kita membuat api ungun yang besar sembari berdiskusi, menyantap makanan, dan bernyanyi Bersama yang pastinya sangat berkesan. Dan memang inilah moment yang kita cari, dimana bisa mengumpulkan generasi muda dari berbagai kalangan. Kemudian membuat komitmen Bersama untuk bersikap sebagai para pemuda penerus bangsa. Setelah acara sekitar pukul 12 malam, kami pun bergegas istirahat agar badan tetap fit karena jadwal besok pagi mengejar sunrise di Puncak Kawah Mandalawangi. Amazing Sunrise di Puncak Gunung Gede Pukul 04.00 dini hari kami bergegas untuk mendaki ke Puncak Mandalawangi. Semua peserta terlihat sangat siap dan antusias sekali dan itulah salah satu faktor penyemangat terbesar kami sebagai panitia. Para peserta dibagi Kembali sesuai dengan kelompok awal pendakian berikut crew pendampingnya. Setelah melakukan pendakian sekitar 30 – 60 menit kami pun tiba di puncak Mandalawangi. Dan moment sunrise pun didapat dengan sempurna. Banyak para peserta yang terlihat sangat Bahagia dan bangga bisa menyaksikan sunrise di Puncak Mandalawagi. Setelah berfoto Bersama dan menikmati panorama sunrise yang indah, kami pun turun Kembali ke lokasi kemping di alun – alun Surya Kencana Gunung Gede sekitar pukul 7.30 pagi. Menikmati Suasana Hari Minggu di Puncak Gunung Gede Setibanya di lokasi kemping alun – alun surken, para peserta diberikan sarapan yang telah disediakan oleh panitia. Kemudian setelah makan, para peserta diberikan waktu bebas untuk melakukan kegiatannya masing – masing hingga pukul 12.00. Sesuai jadwal rencana program bahwa turun gunung akan dilakukan mulai pukul 13.00. Ketika jam 12 tiba kami berkumpul setelah membereskan tenda dan alat – alat perlengkapan lainnya. Kemudian melakukan upacara penutupan dan prepare turun gunung melewati jalur Cibodas. Turun Gunung Gede Melalui Jalur Cibodas Setelah semua beres, kami pun bergegas untuk menuju jalur turun Cibodas. Estimasi tiba di basecamp Cibodas sekitar pukul 19.00 – 20.00 malam. Perjalanan pun dimulai dengan menuruni jalur yang sudah tersedia. Di tengah perjalanan gerimis pun turun menemani perjalanan kami. Peserta pun kami instruksikan untuk menggunakan mantel / jaket anti hujan yang mereka bawa sendiri. Sekitar 3 jam kami berjalan dalam keadaan basah – basahan,akhirnya sekitar pukul 17.00 kami pun tiba di pos Kandang Badak. Karena hujan sudah mulai berhenti kami pun menginstruksikan para peserta untuk segera membuka mantel hujan. Hal tersebut agar kondisi badan tidak mengalami hypothermia. Sejak awal
Toko Manisan Buah Terdekat, Termurah Di Jakarta

Bagi anda warga Jakarta yang sedang mencari toko manisan buah terdekat, Hub. 08164622284 Toko Manisan Buah Pasundan sangat kami rekomendasikan sekali. Karena selain harga nya yang murah, kualitas keaslian dan kemurnian manisan buahnya sangat terjaga. Apa Itu Manisan Buah? Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan buah – buahan biasanya dimakan sebagai hidangan pelengkap untuk merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikroba perusak sehingga buah akan lebih tahan lama. (Toko Manisan Terdekat) Jual Manisan Buah Apa Saja? Toko Manisan Buah Pasundan menjual berbagai jenis produk manisan basah dan kering. Seperti manisan mangga basah dan kering, manisan salak, manisan kedondong, manisan pepaya, manisan anggur bogor, manisan pala basah dan pala kering, manisan malaka, manisan cereme, manisan belimbing dan masih banyak lagi manisan lainnya. Harga Manisan Buah – buahan Sebagai informasi saja berikut ini harga jual manisan buah – buahan per bulan Januari 2025: Manisan mangga basah Rp. 45.000,- /Kg Manisan salak basah Rp. 45.000,- /Kg Manisan pepaya basah Rp. 45.000,- /Kg Manisan pala basah Rp. 45.000,- /Kg Manisan canar/anggur Bogor Rp. 60.000,-/kg Manisan pala kering Rp. 50.000,- /Kg Manisan Pepaya kering Rp. 60.000,- /Kg Manisan cereme kering Rp. 60.000,-/Kg Manisan belimbing kering Rp. 60.000,- /Kg Manisan malaka kering Rp. 60.000,- /Kg BACA JUGA: 8 Jenis Jamu Gendong Lokasi Toko Manisan Toko Manisan Buah Terdekat beralamat di Jl. Swadaya 3 no. 13B Cijantung, Pasar Rebo Jakarta Timur. Atau anda bisa mengklik link Peta Manisan Buah Pasundan ini. Bisakah Membeli Secara Online? Manisan Buah Pasundan menyediakan berbagai akun penjualan di beberapa marketplace. Untuk memudahkan order pesanan, kami membuka toko online di Tokopedia, Go Food, Grab Food, Shopee Food dan lain – lain. Bagi anda yang akan membeli manisan buah – buahan, anda bisa klik link yang tersedia berikut ini: Tokopedia, GoFood, Shopee Anda juga bisa chat atau telepon langsung ke penjual melalui nomor 08164622284 Atau ikuti panduan maps berikut ini! Route Google Maps Manisan Buah Pasundan
Fenomena Suporter Sepak Bola Dalam Negeri

Suporter Sepak Bola – Sedikit berbagi cerita tentang meninggalnya seorang suporter salah satu klub sepak bola di dlm negeri yg beberapa pekan ini menjadi trending topik di berbagai linimasa media sosial. Ya, tanpa harus dijelaskan siapa korban nya dan siapa pelakunya, mungkin ente juga sdh mengetahuinya. Entah ini adalah korban meninggal yang keberapa selama beberapa tahun terakhir, yang jelas hampir setiap thn selalu sj ada tragedi konyol seperti ini. Karena Perbedaan Pertanyaan yg sama mungkin terlontar dari benak kita semua, kenapa gara-gara berbeda klub kebanggaan, berbeda warna atribut atau berbeda idola harus menjadi alasan utk saling membenci, menjelekan pendukung klub lain atau bahkan sampai saling menyerang padahal kita berpijak di tempat yg sama, tanah yg sama dan bangsa yg sama. Disini ane sedikit memberikan alasan yang mungkin menurut ane paling mendasar.( Sorry ya jagan di komplen, ane kan bukan ahli haha). Fenomena pendukung klub sepakbola di tanah air sekarang ini sebenarnya sudah berlangsung dari dulu secara turun temurun, namun kemajuan zaman saat ini ikut mempengaruhi juga pola perilaku para pendukung klub sepak bola tersebut. BACA JUGA: Efek Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan Manusia Hal Mendasar Namun hal yg paling mendasar adalah adanya faktor ‘Konformitas dan Deindividuasi’ tertentu yg sejatinya memang sudah menjadi kebutuhan dasar utk sebagian orang tertentu ( biasanya remaja labil sangat rentan melakukan hal ini). Mungkin bagi anda akan sedikit asing dgn istilah-istilah diatas tadi, nah utk itu sedikit ane kasih penjelasan tentang apa itu Konformitas dan apa itu Deindividuasi. (Berlagak kayak guru ya ane.hihi). Konformitas Konformitas lebih kepada pola perilaku kita yg mengikuti kebanyakan orang di sekitar. Dgn kata lain ikut-ikutan biar disebut gaul..wkwkwkw. Deindividuasi Deindividuasi adalah hilang nya kesadaran akan diri sendiri karena pengaruh kelompok atau kesatuan tertentu. Nah dari sini ente mungkin sekilas sdh bisa menyimpulkan bukan, Kenapa sekarang semakin banyak pendukung sepak bola di berbagai daerah hampir semua mempunyai perilaku yg sama, memakai baju kebanggaan yg sama bergerak kompak sesuai dgn kelompoknya dan bertindak seringkali konyol atau tidak masuk akal (brutal, sarkas dll). Penyebab utamanya ya karena itu tadi..ya itu..masa ane mesti jelasin lagi sih. Hhm ( Tulisan ini ditulis oleh saya pada tahun 2018, sesaat setelah mengetahui informasi bahwa ada salah satu suporter klub sepakbola lokal yang tewas akibat di keroyok suporter lain ) Rambu Semesta
